Selasa, 21 Februari 2012

AL QURAN DAN EKSPLORASI SUMBERDAYA LAUT
(2004-02-11 07:58:02 Kapten Laut (P) A.Hartono, S.Kel.)


Abstrak
Al Qur’an adalah karunia semesta alam yang merupakan sumber ilmu, hukum dan pedoman hidup bagi pemeluk agama Islam. Laju perkembangan teknologi yang kian pesat dan perubahan budaya yang signifikan harus dikaji apakah tindakan kita sebagai umat manusia sudah sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan dalam Al Qur’an, manusia sebagai khalifah di bumi harus paham dan bertanggung jawab kepada Allah SWT atas langkah-langkah yang diperbuatnya.

Laut Indonesia yang luasnya 2/3 dari keseluruhan luas wilayah negara, merupakan ladang yang menjadi andalan untuk dieksplorasi demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Setiap tindakan eksplorasi harus dibarengi dengan langkah konservasi untuk menghindari kerusakan dan demi kelestarian daya dukung sumber daya alam.
Dua pertiga dari luas wilayah negara Indonesia terdiri dari laut. Sumber daya yang terkandung di permukaan dasar laut, kolong laut dan permukaan laut, berupa sumber daya alam hayati maupun sumber daya alam non hayati yang perlu dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia, khususnya rakyat Indonesia dari lapisan atas hingga lapisan bawah.
Untuk membangkitkan kembali budaya dalam kalangan umat Islam dalam mengkaji ilmu pengetahuan diperlukan landasan berpijak dalam berfikir untuk menuju kerangka bahwa manusia dilahirkan ke muka bumi sebagai khalifah, persyaratan menjadi khalifah di bumi manusia diwajibkan hukumnya untuk mengenal alam ciptaan Allah SWT. Ciptaan Allah SWT dalam bentuk biotik ataupun abiotik (sumberdaya hayati dan non hayati), baik yang berada di darat ataupun di laut. Sumberdaya alam hayati adalah sumberdaya alam yang memiliki sifat dapat diperbaharui (renewable resources), sedangkan sumberdaya alam non hayati adalah sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui (renewable unresources).


Landasan Berfikir
Al Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan dan petunjuk bagi umat manusia dimana dapat memberikan solusi dan mengeluarkan manusia dari jalan kegelapan, sebagai acuan dalam proses berfikir dan melangkah menuju kesejahteraan dalam memanfaatkan sumberdaya alam. Al Qur’an merupakan pertimbangan pertama. Dalam Al Qur’an Surat 14:1 disebutkan bahwa: “ inilah Kitab Kami turunkan kepadamu supaya engkau mengeluarkan manusia dan gelap kepada terang dengan izin Tuhan mereka ke jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”. Dan dalam Al Qur’an Surat 16:64 dijelaskan bahwa “Dan Kami tidak menurunkan kitab (Al Qur’an) kepadamu melainkan supaya engkau jelaskan apa-apa yang mereka perselisihkan padanya, menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. Dengan berlandaskan ayat tersebut di atas dalam mengkaji permasalahan diharapkan akan terjadi keseimbangan dan dapat meningkatkan keimanan serta tawakal kita kepada Allah SWT.
Kewajiban umat manusia khususnya umat Islam dalam berpijak menuju pola pikir hidup di dunia merupakan suatu keharusan untuk mengkaji dan menguak tabir misteri alam semesta, seperti dalam Al Qur’an Surat Yunus ayat 101. “ Katakanlah (wahai Muhammad): Periksalah dengan “Nazhor’’ apa-apa yang ada di langit dan di bumi”. Dalam ayat tersebut merupakan kewajiban manusia yang disampaikan melalui Muhammad SAW agar setiap individu mampu memahami fenomena dan gejala alam yang terjadi di sekelilingnya, mengetahui sifat dan kelakuan alam di sekitarnya dimana menjadi ekosistem hidup manusia, kajian dengan akal, pikiran dan perhatian kepada kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, sehingga akan tampak makna dari gejala-gejala alamiah yang teramati.
Fenomena alam yang perlu dicermati salah satunya adalah fenomena bumi dalam hal ini adalah lautan. Fenomena alam yang terjadi di alam semesta ini untuk dipelajari oleh manusia yang dianugerahi akal budi, dan bagi mereka menggunakan akalnyalah yang dapat menerima pelajaran dan ilmu tersebut untuk mengungkap misteri yang terkandung dalam alam semesta ini/bumi. Oleh karena itu Allah SWT memerintahkan umatnya untuk menuntut dan mengajarkan ilmu Allah SWT untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan dalam menjalani hidup di dunia serta sebagai bekal kelak untuk menghadapi kehidupan yang kekal abadi.
Dalam Al Qur’an Surat 9:122 diwajibkan hukumnya untuk menuntut ilmu, seperti tercantum di bawah ini: “ ... mengapa tidak pergi dari tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama, dan supaya mereka memberikan peringatan kepada kaumnya apabila telah kembali kepada mereka. Mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk”.
Eksplorasi Sumberdaya Laut
Manusia hidup berinteraksi dengan lingkungan sehingga ia dipengaruhi dan mempengaruhi lingkungan, manusia seperti adanya, yaitu fenotipenya terbentuk oleh interaksi antara genotipe dan lingkungan hidupnya. Genotipe itupun tidaklah konstan, melainkan terus menerus mengalami perubahan karena adanya mutasi pada gen khromosomnya, baik mutasi spontan ataupun mutasi karena pengaruh lingkungan. Dengan demikian walaupun manusia hanya terdiri dari satu jenis yaitu homo Sapiens akan tetapi memiliki keragaman {diversity) genotipe yang sangat besar. Interaksi manusia dengan lingkungan hidup juga sangat dipengaruhi oleh pandangan hidupnya, sehingga ia bisa memprediksi pengaruh lingkungan terhadap dirinya dan reaksi lingkungan terhadap aktivitas hidupnya.
Eksplorasi Sumberdaya yang terkandung di laut yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan warga negara Indonesia, harus mempertimbangkan reaksi lingkungan terhadap aktivitas hidup manusia. Kekayaan yang terkandung di dalam laut tak terhitung nilainya. Dengan teknologi yang terus berkembang manusia mampu memperpendek jarak di laut untuk menghubungkan pulau yang satu ke pulau yang lain. Eksplorasi sumberdaya perikanan laut untuk menyuplai kebutuhan manusia. Perdagangan eksport import semakin meningkat.
Dalam Al Qur’an disebutkan bahwa :
1. Surat l6:14
“Dan Dialah yang menundukkan lautan supaya kamu dapat memakan daripadanya daging yang lembut, dan kamu keluarkan daripadanya perhiasan yang dapat kamu pakai dan engkau lihat bahtera berlayar padanya, dan agar kamu mencari karuniaNya, supaya kamu bersyukur”.
2. Surat 17:66
“ Tuhan kamulah yang melayarkan bahtera untuk kamu di laut agar kamu mencari karuniaNya....”
3. Surat 30:46
“ Dan diantara ayat-ayatNya, bahwa dia mengirim angin sebagai pembawa berita gembira, dan supaya kamu merasakan sebagian dari rahmatNya, dan supaya bahtera berlayar dengan perintahNya, dan supaya kamu mencari sebagian dari karuniaNya, dan mudah-mudahan kamu bersyukur”.
4. Surat 42:32
“Dan di antara tanda-tanda (kekuasaan)Nya, perahu-perahu (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung”.
Jelaslah bahwa Allah SWT telah memerintahkan umat-nya untuk bisa memahami fenomena yang terjadi di laut dan mengeksplorasi sumberdaya yang terkandung untuk memenuhi kehidupannya, dengan harapan manusia bisa mengerti tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan bersyukur atas karunia yang telah diberikan.

Konservasi Sumberdaya Laut

Aksi manusia dalam mengeksplorasi sumberdaya alam harus memenuhi kaidah-kaidah konservasi lingkungan, sehingga keseimbangan lingkungan akan terjaga dan sustainability bisa berlangsung.Kelestarian lingkungan harus kita jaga dalam arti bukan kita menjaga kelestarian (melestarikan = membiarkan tidak ada perubahan) lingkungan itu sendiri atau keseimbangan lingkungan, melainkan kemampuan lingkungan untuk mendukung pembangunan dan tingkat hidup yang lebih tinggi. Menjaga kemampuan lingkungan untuk mendukung pembangunan merupakan usaha untuk mencapai pembangunan jangka panjang yang mencakup waktu antara generasi, yaitu pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Agar pembangunan dapat berkelanjutan, pembangunan haruslah berwawasan lingkungan dengan menggunakan sumberdaya secara bijaksana.

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap kegiatan eksplorasi akan membawa dampak negatif akan tetapi dengan subtitusi teknologi yang canggih dapat di estimasi dampak negatif sekecil mungkin. Argumentasi untuk pelestarian daya dukung sumberdaya harus tetap kita jaga, tanpa kita berpegang dengan argumentasi tersebut maka kerusakan alam akan terjadi dan daya dukung sumberdaya akan menurun.

Dalam Surat 42:34 dijelaskan bahwa :

“Atau Dia membinasakannya disebabkan perbuatan mereka, dan Dia memaafkan banyak (kesalahan mereka)”. Barang siapa yang membuat kerusakan di bumi Allah SWT akan melaknat dan membinasakan mereka, akan tetapi bila kita sebagai umat manusia sadar bahwa perbuatannya membuat kerusakan dan akan menyengsarakan umat manusia sendiri, maka Allah SWT akan mengampuni dan memaafkan kekhilafanya. Allah SWT Maha Besar, Maha Pengasih dan Maha Pengampun.

Demikian sekedar penuangan pemikiran bahwa setiap action manusia sebenarnya telah diatur oleh Allah SWT. Lisan Allah SWT yang disampaikan melalui Muhammad SAW yaitu Al Qur’an harus bisa dijadikan landasan pemikiran yang utama. sehingga secara moral dan hukum penyimpangan-penyimpangan dalam Mengeksplorasi sumberdaya yang hanya akan menguntungkan individu tertentu dan dapat mengakibatkan menurunnya daya dukung sumberdaya bisa dikurangi. Jalesveva Jayamahe.©










DaftarPustaka

Al Quranul Kanim, 1995. Departemen Agama Rl.

Choiruddin. H„ 1999. Klasifikasi Kandungan Al Quran. Gema Insam Press. Jakarta.

Dahuri. R., Rais. J, Ginting. S. P., dan Sitepa J., 1996. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradnya Paramitha. Yogyakarta.

Hartono. A., 2001. Tipologi Pantai Kurilompo Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Skripsi. Fakultas llmu Kelautan dan Perikanan. UNHAS. Makassar.

Soemarwoto. O, 1996. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Gajah Mada University
Press. Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar