Selasa, 21 Februari 2012

BERUBAH DENGAN BERFIKIR

BERUBAH DENGAN BERFIKIR
(Change by Thinking)
 Akhmad. H, S.Kel., M.Si.


Berfikir (tafakur) memiliki kedudukan yang khas dan tinggi dalam kehidupan, acapkali berangkat dari idea yang muncul dalam pemikiran manusia mampu merubah cara pandang, gerak dan aktifitas manusia. Dengan berfikir akan mendapatkan pencerahan yang membawa perubahan peradaban dalam kehidupan manusia dari kegelapan menuju jalan terang, dari keterbelakangan menuju kemajuan, dari kondisi primitif menjadi modern serta efek-efek negative dan positive yang muncul akibat perubahan peradaban tersebut.


Sebuah kalimat yang disampaikan oleh orang yang arif dan bijaksana terdahulu yaitu ”berfikir satu jam lebih baik daripada berdoa satu hari” atau sebuah kata dari filsuf barat (Rene Descartes) yang mengatakan ”karena berfikir maka saya ada”. Yang membedakan manusia dengan mahluk lainya adalah karena manusia diberi akal pikiran dan budi pekerti, maka betapa mulianya manusia yang mampu menggunakan akal pikiranya dengan maksimal dalam kerangka iman dan taqwa guna memahami ciptaan Sang Maha Pencipta dan fenomena-fenomena yang terjadi dalam kehidupan ini.
Berfikir merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari, baik kita sadari ataupun tanpa kita sadari. Sebagai karunia Sang Maha Pencipta kemampuan berfikir seharusnya kita gunakan dan berdayakan secara maksimal, tidak hanya kita gunakan untuk berfikir tentang sejumlah kepentingan praktis dan teknis yang tidak memiliki dampak besar bagi perkembangan kehidupan kita. Untuk menuju kepada pengertian, pemahaman dan pengetahuan maka kita harus selalu mengasah pikiran kita sehingga mampu menemukan idea yang mantap dan handal guna membantu mengatasi segala permasalahan dan tantangan dalam kehidupan fana ini. Dengan berfikir eksistensi manusia akan semakin terlihat.
Kadang kita mencermati aktivitas kita sehari-hari dan rasanya apa yang kita lalui selama satu hari tiada hasil yang benar-benar bernilai produktif dan kontributif. Gejala yang demikian ini banyak kita rasakan, dan untuk menjelaskan gejala ini tentu dapat dilihat dari berbagai aspek kehidupan. Marilah kita coba menjelaskan dari aspek berfikir (ketidakmampuan dan ketidakmasimalan berfikir).
Berfikir Global (Dalam Kerangka Besar)
Mengapa pekerjaan yang kita jalani sehari-hari seolah tidak pernah mencapai hasil-hasil yang spektakuler, mendatar dan berjalan rutinitas? Gerangan apakah yang membuat kita sulit untuk berubah dari kondisi yang sekarang? Apa yang membuat kita tidak mengerti dan tidak berdaya menghadapi perubahan lingkungan, dan dari hari ke hari perubahan itu semakin mengalahkan diri kita, padahal seharusnya kita bisa eksis? Berfikir, berfikir, dan berfikirlah dalam kerangka global.
Berfikir global adalah berfikir dalam kerangka melebihi realitas objektif kita. Sebagai contoh : jika kita sebagai pegawai negeri, maka berfikir global berarti kita melihat kondisi yang jauh lebih luas dan lebih besar dari lingkungan tempat kita bekerja sebagai pegawai negeri. Kita juga berfikir pada area dimana kita dapat melihat dan mengukur sejauh mana kita memiliki keunggulan dan kemampuan jika dibandingkan dengan pegawai lain dan bagaimana kita menyelesiakan tugas, apakah sudah sesuai dengan prosedur, waktu yang effisien dan akurasi yang tinggi.
Bagaimana caranya ?, kita harus merubah pola hidup dan cara berfikir kita terutama dalam menyelesaikan tantangan-tantangan besar dalam kehidupan kita, dengan membiasakan diri untuk berfikir global dengan membuat pemetaan diri dan lingkungan kita. Untuk merubah cara berfikir kearah global tentu kita harus membekali diri dengan pengetahuan, maka lakukanlah dengan : membaca buku-buku, majalah, jurnal, seminar yang membahas persoalan atau tema tentang globalisasi, peta kehidupan politik dan sebagainya. Dengan membiasakan diri demikian kita akan mudah memahami posisi kompetitif kita di tengah-tengah kehidupan ini dan kita juga akan mudah memilih dan memilah serta menemukan ketertinggalan dan kekurangan kita, sehingga kita dapat mencari arah untuk menuju perubahan dan kemajuan diri.
Berfikir Strategis
Berfikir dalam kerangka besar (global) dapat memberikan pengertian dan pengetahuan yang lebih luas dari realita kehidupan kita sekarang. Dapat membuat kita lebih banyak mengerti peluang-peluang yang ada diberbagai aspek dan wilayah kehidupan yang dapat kita raih dan kita wujudkan. Dengan demikian maka akan menimbulkan minat kita untuk berbuat sesuatu guna merealisasikan kemungkinan peluang yang ada sesuai dengan apa yang kita inginkan dan cita-citakan.
Berfikir strategis adalah berfikir untuk mewujudkan tujuan, cita-cita dan harapan hidup kita dengan mendesain cara-cara dan dengan memanajemen segala sumberdaya yang kita miliki. (unsur berfikir strategis adalah : 1) visi, misi, harapan 2) langkah-langkah dan 3) sumberdaya yang harus kita kelola).
1. Visi
Visi merupakan gambaran atawa realitas kehidupan dengan kualitas dan kuantitas tertentu yang kita harapkan dan ingin kita wujudkan. Jika kita tidak akan pernah tahu manfaat berfikir strategis jika kita tidak memiliki visi dalam kehidupan. Visi tercipta dalam diri kita biasanya ditumbuhkan oleh idealisme kita, tapi bisa juga terbentuk oleh pikiran kita yang berinteraksi dengan realitas kehidupan yang ada, yang mungkin menuntut kontribusi dalam diri kita.
2. Langkah-Langkah
Dengan adanya visi dalam realitas hidup dan tuntutan akan kontribusi terhadap diri kita, maka perlu kita ciptakan suatu cara atau langkah-langkah untuk mewujudkannya. Cara atau langkah ini menjelaskan apa yang kita lakukan dari kita mulai membuat perencanaan sampai dengan target akhir daripada visi tersebut.
3. Sumberdaya
Jer basuki mawa bea begitu dalam bahasa jawa artinya setiap gerak langkah yang kita lakukan maka kita harus membayarnya dengan sumberdaya yang kita miliki secara maksimal. Baik itu berupa uang, keahlian, ilmu pengetahuan, waktu, tenaga ataupun jaringan yang kita butuhkan (network).
Berfikir strategis sangat bermanfaat bagi diri kita, jika kita mau menyadari dan sungguh-sungguh dalam mengembangkanya dari waktu-kewaktu. Adapun manfaatnya adalah : 1. menghindarkan kita dari tarikan dan jebakan kegiatan rutinitas yang membuat kita tidak mengalami pertumbuhan kualitas, 2. memungkinkan kita untuk mencapai kemungkinan yang lebih besar, 3. membuat kita merasa nyaman dan aman karena kita dapat memprediksikan hasil yang dapat kita capai jika kita konsisten.
Lalu bagaimana caranya kita melakukannya ? pertama, biasakan dari sekarang untuk keluar dari rutinitas. Kedua, susunlah visi, misi, harapan dari dua titik tolak, yakni dari nilai (value) dan idealisme yang kita pegang. Ketiga, susunlah rencana, langkah-langkah, dan tindakan berikut cara mengelola sumberdaya yang kita miliki untuk dimanfaatkan dalam pencapaian target. Keempat, kita harus selalu mengadakan evaluasi dari setiap langkah,dan tindakan kita. Kelima, kita harus disiplin dan konsisten dalam mencapai target.
Berfikir Faktual
Berfikir faktual adalah berfikir untuk tujuan menyadari, memahami dan mengerti tentang fakta dan realita kita saat ini. Segenap potensi, bakat, karakter, kepribadian serta pengalaman hidup adalah fakta dan realita kita. Kita perlu mengerti ini setelah kita me mahami gambaran besar besar kehidupan kita dan kita menysusun peta sukses kedepan melalui berfikir strategis. Banyak instrumen yang dapat kita gunakan untuk berfikir faktual, ini adalah pemahaman terhadap potret diri kita secara menyeluruh. Kita dapat menggunakan :
1. IQ test untuk mengetahui kecerdasan secara intelektual.
2. EQ test untuk memotret kedewasaan emosi.
3. SQ test memahami mutu dan kualitas spiritual.
4. AQ test untuk mengerti daya tempur dan daya juang dalam menhadapi tantangan.
5. Personality test untuk membantu memahami tipologi kepribadian.
6. Leadership test untuk memberi penjelasan seberapa bagus dalam memanajemen diri dan orang lain. dll.
Apa manfaat berfikir faktual ? 1. dapat membantu menemukan peta objektif tentang keunggulan dan kelemahan diri dalam seluruh aspek kepribadian sehingga kita akan mudah dalam membuat skema pengembangan diri. 2. dapat membantu kita untuk lebih efektif dan efisien dalam mencapai sasaran/cita-cita hidup langkah demi langkah, sehingga kita akan lebih arif dalam bertindak, kita tahu kapan akan memulai dan kapan mengakhiri.
Lantas bagaimana kita melakukannya ? caranya adalah 1. kita melakukan pembandingan yang positif dan konstruktif ( coba kita amati secara teratur orang yang lebih sukses dalam segala hal, maka kita akan mengerti apa sebenarnya yang belum ada pada diri kita dan apa yang sudah kita miliki serta apa sudah kita lakukan). 2 lakukan pemetaan potensi diri secara objektif dan tajam dengan berbagai instrumen yang telah teruji dan susunlah kerangka pengembangan diri. 3. berkompetisi secara sehat sehingga kita dapat mengukur peningkatan-peningkatan yang kita capai, dan segeralah kembali melakukan pemetaan potensi diri secara lebih fokus.
Berfikir Fokus
Berfikir fokus adalah berfikir secara khusus serta penuh konsentrasi untuk dapat mewujudkan cita-cita hidup melalui serangkaian pengendalian dan pengawasan atas pelaksanaan dan kemajuan yang dicapai. Secara khusus dapat diartikan memberikan waktu tersendiri, dengan penuh konsentrasi dan mendetail. Dalam tataran berfikir dan pelaksanaan hal ini berhubungan dengan keuletan dan ketangguhan pribadi (daya juang dan daya tahan). Kita ambil contoh gejala fokus, sebuah kaca suryakanta kita letakan dibawah terik matahari dan sinar yang melewati suryakanta kita fokuskan pada selembar kertas, apa yang terjadi ? dalam waktu yang tidak lama kertas akan terbakar. Luar biasa bukan? Demikian juga dengan pikiran kita.
Berfikir fokus memberikan manfaat kepada kita :
1. Mengubah pandangan terhadap tujuan hidup kita menjadi lebih jelas dan akurat, sehingga kita akan mampu menemukan peluang-peluang yang dibutuhkan disekitar kita.
2. Mengubah persepsi kita terhadap sebuah persoalan dan meningkatkan daya tahan terhadap kesulitan dan kegagalan.
Mudah kita melakukanya, lalu bagaiman caranya :
1. Usahakan kita keluar dari jebakan rutinitas sehingga kita punya waktu yang cukup untuk berfikir.
2. Berfikirlah dalam kondisi yang fresh dan fit.
3. Jangan lupa gunakan alat bantu (buku-buku, komputer, PDA atau lainya yang kita perlukan).
4. Lakukan pemusatan pemikiran pada : a. Tujuan akhir, impian hidup, rencana-rencana jangka panjang/pendek/menengah dan seringlah kita mengingatnya. b. Agenda dan tindakan dari rencana-rencana yang kita buat berikut cara pengawasan dan pengendalianya. c. Kembangkan secara optimal kekuatan-kekuatan yang kita miliki serta atur kelemahan-kelemahan diri kita agar tidak menjadi penghalang sukses kita.
5. Mohonlah kepada Sang Khalik secara berulang dan terus menerus, karena hal ini dapat menumbuhkan efek penegasan atau afirmasi dalam diri kita.
Berfikir Reflektif
Napak tilas begitu dalam istilah jawa, menelusuri kembali dan merenungkan segala sesuatu yang sudah dan yang belum kita lakukan dimasa lalu yang takkan pernah kembali untuk melakukan koreksi dalam kerangka perbaikan untuk masa sekarang dan yang akan datang. Berfikir reflektif adalah adalah berfikir untuk mengingat kembali terhadap apa yang sudah dilakukan dalam rangka melakukan introspeksi, refleksi dan spirit koreksi atas berbagai kualitas dan cara kerja kita yang sudah dilakukan dalam kehidupan ini.
Berfikir reflektif sangat bermanfaat untuk selalu :
1. Mengontol diri
2. Mengintrospeksi diri
3. Memantapkan diri
4. Mengingatkan diri
5. Memunculkan spirit
6. Memantapkan hati
Lalu kapan sebaiknya kita melakukan hal tersebut ?
1. Lakukanlah menjelang tidur
2. Lakukanlah setiap kali kita selesai menghadap Sang Khalik
3. Lakukanlah setiap akhir pekan.
Selamat mencoba dan mempraktekan semoga kita tidak terkalahkan oleh perubahan, namum kita sejatinya yang membuat perubahan perbaikan hidup dan kemajuan menuju sempurna iman dan takwa, amin, amin, amin....





Daftar Pustaka

Al Ghazali, 1973. Al Mahabbah wa Minhaj Al Abidin, Bandung.
Arqom. M., 2008. Menciptakan Keajaiban Hidup. JP BOOKS. Surabaya.
Widodo. H.S.,2008. Manajemen Berbasis Al Fatihah. Trustco. Solo.
Akhmad. H.,2007. Renungan Catatan Pribadi (Manajemen Pengembangan Diri). Al Bangsari Press. Kebumen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar