PANDUAN FASILITATOR SOSIALISASI DAN KONSULTASI
PUBLIK PENGELOLAAN TNP LAUT SAWU
Oleh : Akhmad Hartono, S.Kel., M.Si.
Kelompok Sasaran; Warga Pesisir dan Nelayan
Pokok Bahasan : Partisipasi, Pemberdayaan Masyarakat
Pesisir/Nelayan dalam Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya Laut Sawu
Tujuan:
Di akhir sesi para
peserta sosialisasi dan konsultasi publik mendapatkan:
1.
Pemahaman
tentang keunggulan sumberdaya Laut Sawu
2.
Pemahaman
dan kesadaran pentingnya mengelola dan konservasi Sumberdaya Laut Sawu.
3.
Mampu
menyampaikan usulan usulan kongkrit untuk mendukung upaya pengelolaan dan
konservasi Laut Sawu
4.
Memberi
komitmen bentuk partisipasinya dalam pengelolaan dan konservasi Laut Sawu.
5.
Mempunyai
usulan / rencana memberdayaan masyarakat pesisir/nelayan untuk meningkatkan
kualitas kehidupannya.
Proses untuk Peserta yang
jumlahnya lebih dari 10 orang sampai 100 orang:
Waktu: Waktu yang diperlukan untuk sosialisasi dan konsultasi
publik dengan peserta sebanyak itu biasanya memakan waktu minimal 240 menit efektif.
Proses sosialisasi dan
konsultasi publik yang pesertanya lebih dari 10 orang sampai 100 orang dan
berkumpul dalam satu tempat biasanya menggunakan alur sebagai berikut.
- Sesi pertama; Pengantar acara sosialisasi dan konsultasi
publik dimulai pembukaan yang dilakukan oleh penyelenggara dan sambutan
sambutan dari para pemangku pekentingan.
Setelah acara pembukaan dan sambutan sambutan tersebut selesai, proses
kegiatan diserahkan kepada fasilitator untuk memandu proses. Ketika
fasiliatator akan mulai memandu proses, sebaiknya fasiliator melihat suasana
dan kondisi. Kalau kondisi peserta belum hadir semua, maka sebaiknya alur
prosesnya bermula dari penggalian gagasan melalui diskusi kelompok dengan
metode FGD (Fokus Group Discusion), dilanjutkan
diskusi pleno. Setelah diskusi
pleno presentasi hasil dikusi kelompok ( peserta sudah hadir semua), fasilitator
memfasiltasi penyampaian sosialisasi dan
konsultasi publik (bisa menghadirkan
narasumber atau bisa dilakukan oleh fasiliatator sendiri). Namun apa bila
kondisi peserta sudah mengumpul semua, maka alur prosesnya bermula dengan
memberi sosialisasi materi bahasan (bisa dilakukan sendiri atau menghadirkan
nara sumber), setelah itu peserta digali gagasannya melalui diskusi kelomopok
dengan metode FGD (Fokus Group Discusion) dan dilanjutkan diskusi pleno presentasi hasil dikusi kelompok.
- Sesi kedua; Fasilitator membagi kelompok berdasarkan; (1) kelompok
diskusi berdasarkan kesamaan kepentingan (mata pencaharian); (2) kelompok
diskusi berdasarkan kesamaan tempat tinggal / pemukiman; (3) kelompok diskusi
berdasarkan gender (laki dan perempuan). Setelah pembagian kempok berilah
mandat fokus pembahasan yang akan didiskusi kelompok diskusi. Durasi waktu
diskui kelompok sekitar 30 – 45 menit.
Kelompok diskusi dibagi empat kelompok. Fokus dikusi setiap kelompok mengikuti
panduan FGD yang telah tersedia.
- Sesi ketiga; Fasilitator
meminta semua peserta untuk mengikuti diskusi pleno mempresentasikan hasil
diskusi kelompok dengan metode FGD. Fasilitator memberi
kesempatan kepada semua wakil dari kelompok diskusi untuk mempresentasikan di
depan semua peserta dengan durasi waktu antara 10 sampai 15 menit. Metode presentsi menggunakan cerita,
atau menggunakan alat bantu tulisan di kertas plano, atau menggunakan alat
bantu power point-LCD. Setelah presentasi hasil diskusi
kelompok selesai, fasilitator meminta kesempatan kepada
anggota kelompoknya untuk memberi tambahan atau pembetulan. Kemudian
fasilitator memberi kesempatan dari kelompok lain untuk membahasnya.
- Sesi Keempat; Fasilitator memberi masukan terhadap
hasil diskusi pleno. Kemudian fasilitator memberi penegasan dan input tentang:
(a) Keunggulan Laut Sawu tingkat dunia, nasional, lokal (b) Kerusakan yang
telah terjadi secara umum di Laut Sawu. (c) Rencana Program Taman Nasional
Perairan (TNP) Laut Sawu khsusnya rencana
zonasi, pengelolaan dan konservasi Laut Sawu. Pemberian input tentang tersebut
bisa menghadirkan narasumber atau dilakukan sendiri.
- Sesi kelima;Fasilitator menyimpulkan hasil sosialisasi
dan konsultasi publik secara singkat dan menyampaikan tindak lanjutnya.
Kesimpulan yang perlu diperjelas adalah kesimpulan tentang usulan atau
rekomendasi peserta yang dipilah ke dalam dua kelompok yaitu usulan /
rekomendasi program dan usulan / rekomendasi yang berupa peraturan atau
kebijakan publik. Fasiliator juga perlu
memperjelas tindak lanjut hasil sosialisasi dan konsultasi publik yang akan
disampaikan kepada Tim P4KKP Laut Sawu.
Metode Untuk Ruang
Terbuk:
Metode yang digunakan
adalah ceramah, monolog dan dialog, Fokus
Group Discusion, dan presentasi hasil FGD oleh masing masing kelompok.
Alat Bantu:Papan untuk kertas plano, spidol besar,
gambar, dan pengeras suara.
Panduan Focus Group Discusion (FGD)
Kelompok Diskusi Pertama;
1. Anggota kelompok diminta menunjuk
salah seorang anggotanya untuk memimpin diskusi dan satu orang untuk mencatat.
2.
Foksu diskusi: (a) membahas berbagai
keunggulan dan contoh contoh riil
tentang sumberdaya Laut Sawu diwilayahnya. (b) membahas berbagai cara dan alat bantu yang digunakan masyarakat
untuk mengambil kemanfaatan sumberdaya Laut Sawu diwilayahnya. (c) Membahas
usulan / dukungan teknis cara dan alat bantu mengoptimalkan sumberdaya Laut
Sawu di Wilayahnya.
3.
Hasilnya ditulis di
kertas plano, dan menunjuk seorang anggota kelompok untuk mempresentasikannya.
Kelompok Diskusi Kedua;
1. Anggota kelompok diminta menunjuk
salah seorang anggotanya untuk memimpin diskusi dan satu orang untuk
mencatat.
2.
Fokus diskusi adalah; (a) Membahas berbagai kerusakan yang tekah terjadi
dan mungkin akan terjadi pala Laut Sawu di Wilayahnya. (b) Membahas penyebab
kerusakan yang terjadi pada Laut Sawu di Wilayahnya. (c) Membahas usulan usulan
untuk melakukan konservasi Laut Sawu di wilayahnya.
3.
Hasilnya ditulis di
kertas plano, dan menunjuk satu orang anggotanya untuk mempresentasikannya.
Kelompok Diskusi Ketiga;
1. Anggota kelompok diminta menunjuk
salah seorang anggotanya untuk memimpin diskusi dan satu orang untuk
mencatat.
2.
Fokus diskusi adalah; (a) membahas
berbagai adat kebiasaan, tradisi sosial untuk konservasi Laut Sawu di
wilayhnya. (b) Membahas berbgai sistem pengawasan dari pemerintah untuk menjaga
Laut Swau di wilayahnya. (c) Membahas usulan usulan untuk memperkuat tradisi
konservasi Laut Sawu di wilayahnya dan usulan usulan kepada pemerintah untuk
mengawasi Laut Sawu agar jangan terjadi kerusakan.
3.
Hasilnya ditulis di
kertas plano, dan menunjuk satu orang anggotanya untuk mempresentasikannya
Kelompok Diskusi Keempat;
1. Anggota kelompok diminta menunjuk
salah seorang anggotanya untuk memimpin diskusi dan satu orang untuk
mencatat.
2.
Fokus diskusi adalah; (a)
membahas potensi alam dan manusia
di lingkungannya yang dapat mendukung peningkatan kualitas kehidupannya. (b)
Membahas berbagai kondisi kelemahan dan kekurangan seperti kesehatan, mata
pencaharian, pendidikan, perumahan,
sarana transportasi dan komunikasi. (c) Usulan rencana program program
pemberdayaan masyarakat yang bisa meningkatkan kualitas kehidupannya. Hasilnya
ditulis di kertas plano, dan menunjuk satu orang anggotanya untuk
mempresentasikannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar